Jumat, 23 Agustus 2019

RESUME BUKU “TERNYATA AKHIRAT TIDAK KEKAL” (EDISI REVISI) karya Agus Musthofa


sumber: goodreads.com


1.       DI BUMI, DRAMA KEMANUSIAAN DIGELAR

a.       TEMPAT KITA HIDUP DAN MATI
            Dalam firman Allah QS. Al-A’raaf (7) : 25 menjelaskan tentang fase-fase kehidupan manusia, yaitu dimana manusia hidup dan dimana dia akan mati. Yang menjadi pertanyaan adalah arti ayat terakhir yang berbunyi “dan di Bumi itu pula kalian akan dibangkitkan”, mengisyaratkan bahwa sebenarnya kita tidak pernah beranjak dari Bumi yang sekarang kita tempati.
            Dari mulai diciptakannya Adam, hingga sekarang, dan kemudian nanti adanya kiamat, kita akan tetap menginjak Bumi, dijalani di atas permukaan Planet Hijau ini. Lalu  bagaimana dengan Langit yang memang Allah menciptakan alam semesta dengan sangat luas dan sangat banyak. Bukan hanya Bumi saja namun ada langit, juga bertriliun-triliun planet, meteor, bintang dan matahari. Ada pula milyaran galaksi, jutaan superkluster, dan banyak lagi.
            Namun Allah memang hanya memilih Bumi untuk dijadikan-Nya sebagai tempat berlangsung kehidupan manusia. Dan ayat tersebut menjadikan kita berfikir tentang keberadaan ‘kehidupan akhirat’ dan tentang penciptaan manusia pertama yaitu Adam.
            Ayat tersebut juga membuat kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya belum pernah terlintas di benak kita sebelumnya, yaitu jika memang drama kehidupan digelar di Bumi sejak Nabi Adam diciptakan hingga adanya kehidupan kedua, maka apakah Nabi Adam diciptakan di Bumi pula? Lalu bagaimana dengan penjelasan bahwa Nabi Adam diciptakan di surga? Apakah itu bermakna bahwa surga itu juga berada di bumi? Beberapa pertanyaan tersebut membuat kita ragu dan bingung akan jawaban-jawabannya. Pertanyaan selanjutnya yaitu apakah itu berarti kehidupan kedua kita juga terjadi di bumi? Lalu benarkah akan terjadi di bumi? Mari kita diskusikan.

b.       SEMUA DICIPTAKAN UNTUK MANUSIA
            Allah menciptakan Bumi sebagai tempat untuk digelarnya drama kehidupan manusia. Segala aspek kehidupan diciptakan Allah hanya untuk mrlayani manusia. Hal ini juga dijelaskan dalam firman Allah QS. Al-Baqoroh (2) : 29 yang artinya  “Dialah (Allah) yang mnciptakan semua yang ada di muka Bumi ini untukmu, dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikanNya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”
            Ini terbukti dengan hal yang berkaitan dengan fasilitas di Bumi, mulai dari rotasi bumi, kadar air hujan, tanam-tanaman dan seluruh binatang di permukaan Planet Bumi. Semua fasilitas tersebut untuk mendukung terjadinya drama kehidupan di Bumi ini dengan sempurna, yaitu:
1.       Bumi, Kendaraan Angkasa yang Sempurna
            Bumi bukan sekedar pesawat luar angkasa seperti yang dibuat manusia. Tetapi ia adalah sebuah kendaraan canggih yang memiliki fasilitas luar biasa. Lalu apakah kita tahu  berapa kecepatan Bumi kita melesat di angkasa luar? Tak kurang dari 107.000 km per jam, lebih dari 5 kali kecepatan pesawat ulang-alik buatan manusia.
            Putaran bumi mengelilingi Matahari dengan kecepatan 107.000 km per jam itu telah menghasilkan gaya sentrifugal yang melawan gaya tarik Matahari secara seimbang. Maka selama 5 miliar tahun yang lalu keseimbangan tersebut telah terjadi. Sehingga muncullah kehidupan di muka Bumi ini. Termasuk manusia.
            Bayangkan, selama 5 miliar tahun Bumi terus berputar dengan kecepatan yang seimbang dengan gaya tarik matahari. Seandainya ‘kekuatan’ itu lengah sedikit saja, maka hancurlah Bumi kita, baik karena tersedot oleh Matahari ataupun terlepas dari orbitnya.
            Bukan hanya gerakan Bumi mengelilingi Matahari saja yang menimbulkan kekaguman. Sebab selain berputar pada Matahari yang dapat disebut sebagai revolusi, Bumi juga berputar dengan sendirinya yang dikenal dengan istilah rotasi Bumi.

2.       Air Hujan yang Terukur
            Fenomena alam yang bernama hujan selalu menyimpan berbagai proses yang menimbulkan kekaguman tersendiri bagi kita. Air dari permukaan Bumi diubah terlebih dahulu menjadi uap air yang memiliki berat jenis lebih ringan dari udara. Sehingga uap air itu bergerak ke langit atau angkasa. Pada ketinggian tertentu, uap air tersebut lantas berkumpul dengan uap air yang lain, yang berasal dari berbagai daerah di permukaan Bumi.
            Allah menurunkan tetesan air hujanpun dengan cara yang ‘santun’ dan terukur. Hujan berasal dari awan. Di awan itu terkandung jutaan ton air hujan. Bagaimana kalau Allah menghendaki air hujan yang jumlahnya jutaan ton tersebut sedang bergelayutan di atas kepala kita turun secara sekaligus pada ketinggian beberapa kilometer. Seperti sebuah air terjun. Kita tidak dapat membayangkan betapa akan hancur lebur daerah yang kita tempati jika diterjang oleh air bah yang jatuh dari langit. Mengapa jutaan ton air tidak berjatuhan ke Bumi? Karena Allah membuat mekanisme yang sangat canggih.

3.       Atmosfer sebagai Pelindung
            Atmosfer adalah suatu lapisan yang menyediakan udara untuk digunakan makhluk hidup di dalamnya. Bayangkan jika atmosfer tidak diciptakan Allah maka bagaimana manusia melangsungkan kehidupannya, sedangkan dia membutuhkan oksigen yang menjadi aspek terpenting dalam kehidupan.
            Ternyata, komposisi gas-gas dalam atmosfer kita itu sudah didesain seideal mungkin oleh Allah dengan ukuran yang pas bagi keberlangsungan kehidupan. Sudah pasti manusia tidak bisa hidup tanpa oksigen.
            Allah berfirman dalam firmanNya, bahwa atmosfer juga berfungsi sebagai pelindung. Apa yang dilindungi? Yaitu bahaya-bahaya yang datang dari angkasa luar. Seperti bebatuan meteor yang jatuh ke Bumi atau juga sinar-sinar yang membahayakan kehidupan manusia.

4.       Milliaran Binatang dan Tumbuhan
            Bukan hanya pergerakan Bumi, gunung, hujan, dan atmosfer yang sengaja didesain oleh Allah untuk menggelar drama kehidupan manusia, tetapi binatang dan tumbuhan pun semuanya diciptakan untuk manusia.
            Pernahkah kita berfikir mengapa Allah menciptakan mangga dengan banyak buah? Apakah hanya untuk dirinya sendiri? Jika memang hanya untuk kepentingan mangga tidak mungkin akan sebanyak itu. Lalu kita mesti memahami realitas di sekitar kita, yang kita lihat memang pohon mangga berbuah begitu banyak. Jauh melebihi kebutuhannya sendiri. Untuk apa? Untuk siapa?
            Sepertinya tidak mungkin jika buah-buah mangga tersebut untuk binatang, mungkin hanya beberapa seperti codot. Jawabannya hanya satu: pohon mangga memproduksi buah sebanyak itu untuk kesenangan hidup manusia.

2.       LANGIT: APA & DIMANA

a.       LANGIT, SEBUAH RUANG TAK BERTEPI
            Pada suatu malam yang cerah saat kita menatap langit, pasti ada rasa keinginan untuk menyelam lebih dalam di langit tersebut karna saking terpesona dengan keindahannya. Tetapi itu hanyalah angan-angan sebagian orang yang tak memahami tentang konsep langit sebenarnya.
            Bintang yang kita lihat setiap hari itu bukanlah benda lamgit kecil yang berkerlap-kerlip. Bintang adalah sebuah bola api raksasa yang sedang menyala-nyala dengan suhu jutaan derajat. Lalu bagaimana dengan ukurannya? Memang terlihat kecil kalau dilihat di Bumi, tapi pada hakikatnya sama dengan Matahari.
            Berapakah jarak antara Bumi-Bintang? Jarak yang paling dekat adalah 8 tahun cahaya, artinya cahaya saja membutuhkan waktu tempuh selama 8 tahun dari Bumi menuju ke bintang tersebut. Padahal kita tahu bahwa cahaya memiliki kecepatan yang tiada bandingannya di alam semesta ini, yaitu 300.000 km per detik.
            Cahaya yang demikian cepat tersebut ternyata masih membutuhkan waktu 8 tahun untuk mengarungi jarak bintang yang terdekat. Jika jarak Bumi-Matahari adalah 150 juta kilometer, maka jarak bintang yang terdekat itu adalah sekitar sekitar 75 triliun kilometer. Maka dari itu tak salah jika bintang tersebut itu terlihat kecil dan berkedip-kedip.
            Lalu bagaimana menggambarkan sebuah  ruang yang tidak ada tepinya? Bisa saja diumpamakan dengan  permukaan sebuah bola. Namu perbedaannya, permukaan bola adalah sebuah “ruangan” berdimensi dua. Sementara langit kita adalah ruangan berdimensi tiga.
            Sebuah permukaan dimensi dua di atas bola tidak memiliki tepi, tetapi luasan tersebut memiliki besar yang terbatas. Kita dapat menghitung luas permukaan itu tetapi tidak akan pernah menemukan tepinya. Intinya: tidak bertepi tetapi terbatas.
            Karena ternyata alam semesta ini bentuknya melengkung ke dimensi yang lebih tinggi, yaitu dimensi empat. Al-Qur’an memiliki istilah sendiri dalam hal ini yaitu langit kedua. Sama halnya dengan permukaan sebuah bola, permukaannya berdimensi dua tapi melengkung ke dimensi tiga, volume bola.

b.       PENCIPTAAN LANGIT & BUMI
            Sejak kapankah alam semesta diciptakan? Secara ilmiah masih terdapat perbedaan argumentasi antar ilmuwan. Namun diantara para ahli ilmu astronomi, setidaknya ada tiga pendapat.
            Yang pertama, berpendapat bahwa alam semesta ini memang sudah ada sejak dahulu kala. Tidak memiliki permulaan. Dan berarti, juga tidak akan memiliki akhir. Alam semesta selamanya akan tetap ada (Closed Univers).
            Yang kedua, adalah mereka yang mengatakan bahwa alam semesta ini bersifat terbuka atau dapat disebut dengan istilah Open Univese. Mereka berpendapat bahwa alam semesta ini mengarah pada kehancuran.
            Yang ketiga berpendapat bahwa alam semesta ini dulu pernah tidak ada, kemudian berproses untuk penciptaannya. Setelah itu, alam semesta terus berkembang seperti sekarang kita lihat. Kemudian suatu saat akan dilenyapkan kembali.
Ada beberapa tahapan proses peciptaan alam semesta ini, yaitu:
1.       Ketika alam semesta berupa cikal bakalnya yang disebut sebagai Sop Kosmos.
            Pada tahapan ini cikal bakal alam semesta berada dalam kondisi yang sangat labil disebabkan temperatur dan tekanan yang sangat tinggi. Zat yang berada dalam Sop Kosmos itu tidak dapat didefinisikan sesuai dengan ragam zat yang ada sekarang.
            Dia bukan zat padat, bukan zat cair, juga bukan gas. Semacam kumpulan energi yang sangat ekstrim. Sebab semua material dan energi di alam dikompres ke dalam sebuah titik yang berukuran hampir nol. Dimana ruang dan waktu juga berada di dalamnya. Ketika itu, waktu belum bergerak dan ruangan belum tercipta. Semua terdapat di dalam cikal bakal alam semesta dalam ukuran ‘Hampir Tiada’.

2.       Sesaat setelah ledakan terjadi. Pada detik pertama, suhu alam semesta dari tak berhingga turun menjadi 1010 derajat kelvin.  
            Tidak ada material yang sanggup bertahan terkena suhu setiggi itu.
            100 detik kemudian setelah ledakan, diperkirakan suhu alam semesta turun menjadi 109 atau sekitar 1 miliar dereajat. Ini sama dengan suhu di bintang yang paling panas. Dan beberapa jam kemudian, mulailah terbentuk partikel-partikel elementer pembentuk alam semesta. Dan kemudian tercipta atoom-atom bermassa rendah seperti Hidrogrn dan Helium.

3.       Selama jutaan tahun kemudian, alam semesta tidak mengalami perubahan yang berarti. Akan tetapi terus menerus mengembang ke segala penjuru. Puluhan jenis unsur alam semesta terbentuk. Ruang alam semesta semakin membesar. Waktu pun ikut bergerak maju.

4.       Selama kurun waktu miliaran tahun kemudian, terbentuklah benda-benda langit akibat pengelompokan atom-atom dan molekul yang bersenyawa. Pada pembentukan generasi pertama, terciptalahbintang-bintang atau gugusan bintang, dari material yang memang hanya ada di waktu itu, yaitu Hidrogen dan Helium.
            Matahari kita ini terbentuk sekitar 5 miliar tahun yang lalu. Dia termasuk dalam kelompok Matahari generasi kedua, karena di dalamnya ditemukan gas-gas yang memiliki massa lebih besae dari Hidrogen dan Helium. Sekitar 2% massa Matahari ternyata mengandung Oksigen dan Karbon
5.       Akibat pendinginan di pinggiran pusaran yang terbentuk matahari, maka terjadilah padatan-padatan, yang kemudian terpental akibat gaya putar (sentrifugal). Bagian yang terpental tersebut adalah cikal-bakal planet-planet. Termasuk di dalamnya adalah planet bumi. Ini terjadi sekitar 5 miliar tahun yang lalu. Jadi, Bumi kita sebenarnya sudah berusia sangat tua.
6.       Tahap diciptakanNya makhluk hidup di permukaan planet Bumi, hingga drama kehidupan yang digelar sampai kiamat nanti.

C.         PENGHUNI LANGIT & BUMI
Di dalam Al-Qur’an, Allah menyebut  makhluk ciptaannya hanya ada 6 macam, yaitu 3 yang berakal dam 3 lainnya tidak. Yaitu: malaikat, jin, manusia, binatang, tanaman dan benda mati.
1.       Malaikat
Malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah khusus untuk ‘membantu’ Allah mengurus alam semester ciptaanNya. Bukan berarti Allah ‘kewalahan’ dalam mengurus alam semesta ini dan kemudian membutuhkan bantuan malaikat. Allah berfirman bahwa Dia selalu dalam kesibukan mengurusi alam semesta.
Seperti dalam QS. Ar-Rahman (55) : 29 yang artinya: “Semua yang ada di langit dan di Bumi selalu memnta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.”
Pada hakikatnya, yang sibuk mengurusi alam semesta adalah Allah semata. Karena malaikatpun ciptaan Allah.
2.       Jin
            Jin adalah makhluk Allah yang diciptakan setelah malaikat. Berbeda dengan malaikat yang diciptakan berbadan cahaya, maka jin diciptakann Allah dari nyala api yang sangat panas, lantas ditiupkan RuhNya. Seperti dalam QS. Al-Hijr (15) : 27 yang artinya  “Dan kami ciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”
            Namun karena ia berbadan gelombang panas. Maka akan tetap memiliki berbagai kelebihan. Di antaranya, ia dapat merambat di berbagai jenis benda.
3.       Manusia
            Sebagaimana jin, manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih peran dalam drama kehidupan ini: apakah ingin menjadi penjahat (setan) ataukah ingin jadi orang baik.
4.       & 5.  Benda Mati
                     Ketiga mahluk yang kita bahas terdahulu adalah makhluk hidup yang berakal.Sedangkan ada yang 4 dan ke 5 ini adalah makhluk hidup yang tidak kekal.Allah tidak membebani binatang dan tumbuhan dengan agama.Mereka tidak memiliki pilihan dalam hidupnya.Satu-satunya pilihan adalah taat dan beribadah kepada Allah..
                     Sebaimana manusia,badan binatang dan tumbuhan terbuat dari bahan biokimia yang berasal dari tanah.Tumbuhan dan binatang diciptakan terlebih dahulu sebelum manusia dan jin.Makhluk dua ini adlah perintis kemakmuran Bumi.
6 . Benda Mati
                     Untuk kelengkapan hidup manusia,Allah menciptakan segala macam benda di permukaan Bumi.Semuanya diperuntukan manusia.Mulai dari berbagai macam tambang di dalam perut Bumi,bebatuan,gunung-gunung,lautan,atmosfer,angin,hujan,petir,dsb
         Kemampuan manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya menjadi faktor yang sangat menetukan dalam keberhasilan hidup seorang manusia.Karena itu,Rasullullah  mengtakan bahwa belum islam seseorang sampai ia bisa menundukkan hawa nafsunya. (SA)

Modul Pembelajaran Kelas 3 MI/SD

Hai-hai selamat malam semua.. Kali ini aku bakal share buku modul bahasa Inggris kelas 3 MI/SD Semoga bermanfaat :) Silahkan didownload di l...